Senin, 15 Oktober 2012

nggaran Pencegahan HIV/AIDS di Gunungkidul Cuma Rp4,5 Juta

Anggaran pencegahan HIV/AIDS di Dinas Kesehatan Gunungkidul pada 2012 hanya Rp4,5 juta. Ironisnya, angka itu jauh lebih kecil daripada anggaran belanja pakaian batik pegawai Dinkes dan Unit Pelaksana Teknis yang mencapai Rp76 juta.

Anggaran pencegahan HIV/AIDS dalam APBD Gunungkidul 2012 itu hanya diperuntukkan untuk 20 orang di 10 SMP dan SMA serta 25 orang di empat lokasi risiko tinggi. Padahal, Gunungkidul memiliki 103 SMP dan 41 SMA dengan ribuan siswa.

Sebaliknya, 1.090 pegawai Dinkes dan UPT dianggarkan dalam APBD 2012 untuk memiliki baju batik tradisional seharga Rp70.000. Total anggaran belanja pakaian batik adalah Rp 76,3 juta.

"Anggaran [HIV/AIDS] itu sangat kurang," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinkes dr. Dewi Irawati kepada Harian Jogja, Kamis (19/7).

Dewi mengatakan, pihaknya akan menggelar penyuluhan terkait HIV/AIDS setelah Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, Dinkes sangat terbantu dengan keberadaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

Anggaran pencegahan HIV/AIDS juga lebih kecil dibanding anggaran belanja pemeliharaan peralatan kantor Dinkes yang mencapai Rp25 juta. Total anggaran untuk program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular di Dinkes Gunungkidul sebesar Rp491 juta.

Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut", hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis".

Penyebab
Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

Pantangan Makanan Penderita Asam Urat

Penyakit asam urat atau rasa nyeri di persendian terasa sangat menganggu dan menyakitkan bagi penderitanya. Rasa nyeri dipersendian akibat penumpukan asam urat dapat mengganggu kenyamanan dan aktifitas sehari-hari. Selain konsumsi obat-obatan, baik itu obat pereda nyeri maupun obat pengontrol kadar asam urat, pemilihan jenis makanan mempunyai peran penting untuk mengontrol penyakit ini. Jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat antara lain adalah :
• Makanan laut seperti udang, kepiting, remis, dan tiram, cumi-cumi. 
• Minuman yang mengandung alkohol seperti tape, bir, tuak pahit, dll. 
• Makanan kaleng seperti sarden, kornet sapi, dll. 
• Jeroan seperti usus, hati, limpa, paru, otak, jantung, ginjal, dll.
• Beberapa jenis buah-buahan seperti durian, alpokat, air kelapa muda, emping melinjo, dll 
• Kaldu daging, 
Jenis makanan yang boleh dikonsumsi dalam jumlah sedikit antara lain :
• Tahu dan tempe. 
• Ikan, daging kambing, daging ayam, daging sapi. 
• Beberapa jenis sayuran tertentu seperti kangkung, bayam, brokoli, dan tauge, daun pepaya, asparagus, kacang-kacangan, jamur. 
• Makanan berlemak seperti santan, margarine, mentega, atau goreng-gorengan. Lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat lewat urin. 
Jenis makanan yang boleh dikonsumsi adalah :
• Keju, susu, telur. 
• Makanan sumber karbohidrat seperti beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwe, makaroni, mi, bihun, roti, dan biskuit. Tetapi, karbohidrat sederhana golongan fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat. 
• Buah-buahan seperti semangka, melon, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Buah-buahan lain juga boleh dimakan kecuali durian dan alpokat. 
Selain itu penderita asam urat dianjurkan untuk banyak minum, minimal 2 liter atau 10 gelas sehari, bertujuan membantu pengeluaran asam urat lewat air seni dan mencegah penumpukan asam urat di ginjal atau kandung kemih. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi.

Menghitung Usia Kehamilan

Pengetahuan akan Menghitung Usia Kehamilan masih banyak kurang dipahami oleh para ibu hamil. Padahal hal ini merupakan hal penting untuk dapat mengetahui usia kehamilan yang sedang dijalani. Dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui perkembangan atau pertumbuhan organ apa yang sedang terjadi pada janinnya, kebutuhan apa yang diperlukan oleh janinnya dan hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama usia kehamilan tersebut. Selain itu, dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui kapan jadwal pemeriksaan yang harus dilakukan baik ke dokter maupun ke bidan, sehingga dengan demikian diharapkan kehamilanyang sedang dijalani menjadi sehat dan menghasilkan buah hati yang berkualitas.

Selama ini kebanyakan untuk dapat menghitung usia kehamilan masih mengandalkan para ahli baik dokter atau bidan, memang hal ini merupakan yang dianjurkan demi ketepatan penghitungan usia kehamilan. Selain itu, biasanya menghitung usia kehamilan dilakukan dengan menggunakan usg, yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan mengukur ukuran tengkorak, panjang janin, ukuran jantung, ginjal dsb. Namun, tidak ada salahnya ibu hamil mengetahui cara menghitung usia kehamilan yang dapat dilakukan sendiri. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan ibu hamil untuk menghitung usia kehamilannya yang memiliki tingkat akurasi yang baik.

Penyakit Malaria

Malaria adalah penyakit yang umum terjadi dimasyarakat  terutama yang tinggal di daerah tropis seperti  indonesia ini. Berdasarkan info dari kementerian kesehatan penyakit malaria menjadi penyumbang pertama kematian masyarakat indonesia.

Awal minggu kemaren saya dan anak saya yang berusia 5 tahun diserang malaria. Persedian terasa pegal-pegal, kepala pusing, suhu badan naik dan mulut terasa pahit merupakan indikasi umum tertularnya penyakit ini.  Pirasat saya bahwa malaria telah menyerang saya. Akhirnya saya menyuruh istri ke apotik untuk membeli antibiotik obat malaria berupa  Suldok sebanyak 4 butir. Dosis pemakaian saya prediksi saja berdasarkan kemampuan tubuh saya yaitu 2 butir suldok saya minum.  Saya menyadiri bahwa lingkungan tempat tinggal saya adalah daerah efidemi malaria yaitu provinsi Bengkulu. Lingkungan tempat saya tinggal cukup bersih, genangan air juga tidak ada. Sehingga kemungkikanan penyakit ini menjakiti saya cukup kecil. Ternyata penyakit ini tetap menjakniti saya dan anak saya.
Karena suhu badan yang tidak turun-turun serta  kepala terasa sakit sekali ahirnya saya pun kedoketer umum dengan di antar seorang teman pada saat hari diguyur hujan.  Akhirnya saya ikut antrian di tempat dokter. Saya datang dikawani istri yang selalu setia menemani saya pada saat saya sakit.  Dokterpun langsung memeriksa saya setelah bertanya kepada saya tentang keluhan  yang saya rasa, ternnyata diagnnosa dokter sama dengan apa yang saya prediksi yaitu penyakit saya di sebabkan oleh malaria.

Obatpun diberikan dengan aturan minum serta dosis yang sudah tertera di kemasan obat yang telah saya terima. Berdasarkan saran dokter , obat tersebut harus diminum sesampai dirumah dan setelah makan nasi terlebih dulu. Obat yang diberikan ada 4 jenis, saya tidak tahu persis khasiat obat-obat yang diberikan tersebut karena saya bukanlah berbasih masalah kesehatan dan farmasi. Salah satu jenis obat berwarna hijau yang cara mengkosnsumsinya jam 9  malam 2 butir, jam 9.10 2 butir, jam 3 dinihari 2 butir dan jam 9 paginya juga 2 butiir. Sedangkan  yang tiga jenis lagi diumum 3 kali sehari. Berdasarkan info dari keluarga yang kebeltulan berkerja dirumah sakit obat yang berwarna hijau harus dihabiskan karena merupakan antibiotik untuk malaria.

Ahkirnyapun obat tersebut habis setelah 4 hari, tetapi penyakit malaria yang saya alami belum 100 % sembuh, mungkin butuh waktu agar pulih seperti sedia kala.
Agar terhindar dari malaria ada baiknya kita menjaga kebersihan lingkungan serta stamina tubuh yang baik merupakan usaha untuk menghindari penyakit ini. Jika perlu minumlah anti malaria jika kita tinggal di tempat yang rawan Malaria atau berpergian ke dalam hutan, karena hutan tropis biasanya sarang malaria.

Waspada Penyakit Kulit pada Musim Kemarau

KEMARAU dan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini di Kota Semarang, menggugah kewaspadaan masyarakat akan penyakit yang berpotensi mewabah seperti flu burung (H5N1), diare, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), penyakit mata merah, dan penyakit kulit.
Di samping itu, penyakit yang berpotensi mewabah akibat perubahan lingkungan dan iklim juga perlu diwaspadai. Seperti yang belum lama ini terjadi seperti tomcat, ulat bulu.
Dokter spesialis kulit dan kelamin dari RSUD Kota Semarang dr Retno Indrastiti SpKK menuturkan, sehingga masyarakat harus waspada dan memperhatikan kondisi daya tahan tubuh. Sebab, di awal musim kemarau ini udara malam sangat dingin.

Pada musim kemarau, kata Retno, hendaknya asupan makanan perlu diperhatikan yakni banyak mengandung gizi, serta tak ketinggalan olahraga yang teratur. Masyarakat juga perlu memperhatikan lingkungannya, dan perilaku hidup bersih dan sehat. 

"Kasus kulit menjadi kering, pecah-pecah dan gatal mendominasi pasien yang masuk ke RSUD. Kulit yang sensitif seharusnya tidak digaruk ketika merasa kering saat tersengat sinar matahari, karena akan menjadi luka kemudian infeksi," tuturnya saat ditemui, Senin (9/7).
Ibu tiga anak itu mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit kulit yang terjadi pada musim kemarau seperti saat ini.

"Penggunaan pelembab yang benar, pada pagi hari adalah usai mandi atau usai semua badan dilap dengan handuk atau sebelum memakai baju. Karena, air yang masuk ke pori-pori akan ditutup dengan pelembab, sehingga ancaman kulit kering bisa dihindari. Kalau pemakaian pelembab beberapa menit setelah memakai baju, air di pori-pori sudah menguap," jelasnya.

Apa itu kanker otak?

Tumor otak mungkin ganas (kanker) atau non-ganas (jinak). Mereka menghasilkan dari pertumbuhan tidak normal dari jaringan otak. (1)

Karena otak terletak dalam kandang kurus kuat tengkorak, pertumbuhan atau tumor yang terjadi dalam jaringan ini dapat membuat tekanan pada jaringan otak sensitif. Hal ini menyebabkan gangguan dari berbagai fungsi otak dan saraf yang termasuk masalah dalam visi, pidato, keseimbangan dll (1)

Struktur otak
Otak terdiri dari tiga wilayah utama fungsi. Bagian terbesar adalah otak. Ini adalah otak seperti yang kita tahu. Ini adalah sumber dari berpikir, memori, pidato, belajar, membaca, menulis, kognisi dan gerakan oleh kemauan.

Region kembali lebih rendah otak yang disebut serebelum. Ini mengontrol postur, keseimbangan dan gerakan.

Otak terhubung ke sumsum tulang belakang pada sebuah daerah yang disebut batang otak. Ini mengontrol fungsi-fungsi yang paling vital seperti jantung ketukan, bernapas serta otot-otot yang mengendalikan penglihatan, pendengaran fungsi, makan dan gerakan.

Otak bermandikan cairan yang disebut memberikan Cerebrospinal fluid (CSF) dan terbungkus membran seperti sarung disebut meninges. (2)

Jenis tumor otak
Tumor otak mungkin dua tipe dasar: primer atau sekunder. Yang terakhir ini juga dikenal sebagai metastasis.

Tumor utama berasal dalam jaringan otak. Tumor ini tidak menyebar dari satu ke yang lain dan dalam kebanyakan kasus tidak dapat dicegah. Metastasis tumor sering adalah akibat kanker yang telah menyebar dari daerah lain asal. (1)

Tumor otak utama mungkin berasal dalam sel-sel otak atau saraf, atau kelenjar atau sarung yang mencakup jaringan otak yang disebut meninges. Tumor ini, jika kanker, mungkin secara harfiah mengikis bagian otak dengan menyebabkan peradangan perubahan Selain menciptakan tekanan pada jaringan saraf di sekitarnya.

Penyebab utama brain tumor
Alasan yang tepat untuk asal-usul utama brain tumor masih belum diketahui. Ini dapat terjadi baik berkat rusak genetika-misalnya dalam kasus neurofibromatosis, Von Hippel-Lindau sindrom, Li-Fraumeni syndrome, sindrom Turcot atau tuberous sclerosis dll atau hasil karena untuk eksposur kanker menyebabkan racun atau radiasi.

Studi menunjukkan paparan radiasi otak, yang sering digunakan untuk pengobatan kanker otak juga, sering bertanggung jawab untuk meningkatkan risiko tumor otak dalam 20-30 tahun.

Pajanan radiasi sebagai bagian dari profesi, pekerja di kabel listrik, serta orang-orang dengan sejarah merokok, trauma kepala, terapi penggantian hormon, belum dikutip sebagai faktor-faktor risiko untuk tumor otak.

Ada kontroversi Apakah penggunaan telepon seluler dan perangkat nirkabel bertanggung jawab untuk peningkatan risiko tumor otak. Ini membutuhkan studi lanjutan.

Infeksi dengan virus Epstein - Barr, yang menimbulkan risiko kanker darah, seperti limfoma, mungkin mulai di otak seperti kanker juga tercatat. (3)